As if she won the Champions League' – Malam Spesial Kendall

‘As if she won the Champions League’ – Malam Ajaib Lucia Kendall

Gol Pertama yang Mengubah Segalanya

Lucia Kendall menikmati malam paling spesial dalam kariernya. Sarina Wiegman, pelatih Inggris, bahkan tersenyum ketika melihat perayaan gol Kendall. Ia berkata, “She celebrated as if she had won the Champions League.” Ucapan itu tidak berlebihan. Karena bagi Kendall, gol tersebut seperti mimpi yang akhirnya menjadi nyata.

Sejak awal pertandingan, Kendall tampil penuh semangat. Kemudian, pada menit keenam, ia mencetak gol pertamanya untuk Lionesses. Setelah itu, ia langsung berlari menuju sudut lapangan. Ia melakukan knee slide yang begitu mulus hingga Wiegman bercanda, “They are still doing treatment on the grass!

Selain itu, euforia semakin besar karena ia mencetak gol di St Mary’s Stadium, markas tempat ia tumbuh bersama Southampton. Setelah satu dekade di klub itu, Kendall kini kembali sebagai pemain Aston Villa dan anggota resmi tim nasional Inggris.

“Momen ini terasa ditulis di langit,” ucapnya penuh haru.

Ia tersenyum lebar, menghirup napas panjang, kemudian merayakan bersama rekan tim. Seluruh stadion menyambut gol tersebut sebagai sebuah kisah pulang kampung yang mengharukan.

Di momen itu, kebanggaan, nostalgia, dan impian menyatu dalam satu selebrasi pendek namun penuh arti.


Perjalanan Cepat Menjadi Bintang Baru

Karier Kendall berkembang sangat cepat. Pada usia 15 tahun, ia menghadapi pilihan besar. Ia juga atlet kriket berbakat seperti ayahnya, Will, yang bermain untuk Hampshire. Namun, ia memilih sepak bola karena ia merasa lebih hidup ketika menginjak bola di lapangan.

Keputusan itu mengubah masa depannya. Karena kemudian, ia tumbuh sebagai gelandang pencetak gol yang terinspirasi oleh Frank Lampard. Selain itu, ia juga tekun menjalani kuliah psikologi, menunjukkan kedisiplinan yang luar biasa.

Southampton memberinya kepercayaan sejak remaja. Ia bermain reguler sejak usia 16 tahun. Karena itu, ia matang lebih cepat. Lalu pada Juli, Aston Villa bergerak cepat merekrutnya setelah kontraknya habis. Keputusan tersebut membuka pintu menuju WSL dan Tim Nasional Inggris.

Wiegman memujinya:

“Ia konsisten meski semuanya terjadi begitu cepat. Itu sangat mengesankan.”

Kemudian di laga melawan Ghana, ia hampir menambah gol lagi. Ia mengenai mistar, lalu menciptakan peluang untuk Missy Bo Kearns. Setelah bermain selama satu jam, ia keluar lapangan dengan tepuk tangan bergemuruh dari penonton.

Berikut data singkatnya:

KlubPeriodePenampilanGol
Southampton10 Tahun10329
Aston Villa2025–Sekarang18+5+

Kendall merasa percaya diri, karena pengalaman yang kuat dari klub sebelumnya mempersiapkannya menghadapi persaingan yang lebih tinggi.


Teknis Kuat, Sikap Rendah Hati

Karakter Kendall membuatnya cepat diterima di tim nasional. Ia tampil natural sebagai gelandang. Ian Wright menyebut Kendall “just got it.”

Meski begitu, Kendall tetap rendah hati. Ia mengatakan bahwa dirinya butuh waktu untuk keluar dari zona nyaman. Ia menyukai piano, memasak, serta menikmati waktu tenang bersama keluarga. Ia menegaskan bahwa hidup tidak boleh hanya tentang sepak bola.

Kemudian, Alessia Russo memujinya:

“Ia seperti sudah di sini bertahun-tahun.”

Selain itu, pelatihnya di Southampton, Marieanne Spacey-Cale, menilai Kendall memiliki kecerdasan bermain yang luar biasa. Ia bisa bertahan, menyerang, dan mengatur tempo. Ditambah lagi, ia berkembang dalam lingkungan aman sehingga kesalahannya berubah menjadi pelajaran berharga.

Kini, publik Inggris melihat bintang baru sedang lahir. Ia masih muda, tetapi ambisi dan dedikasinya membara dengan elegan. Ia menjaga keseimbangan antara ketenangan dalam hidup dan intensitas di lapangan.

Setiap langkah Kendall menunjukkan bahwa mimpi bisa diraih oleh mereka yang mau bekerja lebih keras dari yang lain. Gol di St Mary’s bukan hanya angka di papan skor, tetapi tanda era baru untuknya.